Thursday, December 4, 2014

Petemuan Kedua Mengajar PAUD

Nama  : Regan Pradipta
NIM   : 1801389401
Jurusan : Sastra Jepang
Hari/Tanggal : Selasa, 25 November 2014

Ditanggal ini pertemuan kedua kami untuk mengajar PAUD di mulai seperti biasanya anak-anak menyambut meriah kedatangan kami, kami mengajarkan origami lagi kepada anak-anak PAUD seperti pada pertemuan pertama tapi kali ini kita membuat lain bentuk yaitu topi dan burung dan anak-anak yang berhasil membuat sendiri akan di berikan bintang dari ibu pengajar di PAUD, anak-anak PAUD sangat antusias ketika diajarkan melipat kertas origami.


Setelah belajar origami kita kembali bercerita kepada anak-anak tapi kali ini anak-anak boleh memilih cerita apa yg dia suka.


Saat shift pertama dan kedua sudah selesai kami pun juga meminta izin untuk pulang dan ini pun menjadi pertemuan terakhir buat kami dengan PAUD pencinta anak yang telah memberikan kami kesempatan untuk mengajar disini.

Nilai-nilai pancasila yang saya dapat dari pertemuan ini 
Sila ke-1 : selalu membuka dan menutup pembelajaraan dengan berdoa
Sila ke-5 : anak-anak mendapatkan pendidikan
Sila ke-3 : PAUD ini menerima semua anak tanpa memandang suku dan ras

Pertemuan Pertama Mengajar PAUD

Pertemuan Pertama

Nama  : Regan Pradipta
NIM   : 1801389401
Jurusan : Sastra Jepang
Hari/Tanggal : Senin, 3 November 2014

Di tanggal ini saya dan kelompok saya mendapatkan pengalaman untuk mengajar di lembaga pendidikan anak usia dini atau biasa di sebut dengan PAUD. Dan kami pun mendapatkan tempat PAUD yg bernama PAUD Pencinta Anak di daerah Tambora sesuai dengan apa yang direkomendasikan oleh pihak Teach For Indonesia (TFI). Dua minggu sebelumnya kelompok kita sudah mensurvey tempat PAUD ini hingga beberapa kali kita nyasar di daerah-daerah lain, tapi untungnya kita masih bisa untuk menemukan tempat PAUD dimana kita mengajar, sesampai di PAUD Pencinta Anak kita menemui seorang ibu pengurus PAUD ini yg biasanya di sebut ibu Cecep untuk meminta izin mengajar dan menyesuaikan jadwal untuk mengajar, setelah kelompok kami mendapatkan izin akhirnya kita berpamitan untuk pulang.

Pada tanggal 3, November 2014 pukul 08.30 dimana hari pertama saya dan teman-teman saya mengajar di PAUD, dan kedatangan kami pun disambut meriah dengan anak-anak PAUD, dan kami pun membuka ajar mengajar ini dengan doa, setelah berdoa kami pun membacakan cerita untuk anak-anak menggunakan boneka peraga
, jujur dihari pertama kami mengajar ini kami sangat kurang persiapan hingga di tengah-tengah jam pelajaran kami sempat bingung untuk memberikan materi yang ingin kita ajarkan lagi, dan kami pun memutusan untuk membeli sebuah kertas origami di toko buku terdekat dan kami mengajarkan melipat origami berbentuk kupu-kupu dan cara ini pun membuat anak-anak senang, waktu mengajar pun sudah
Nilai-nilai pancasila yang saya dapat dari pertemuan ini adalah
Sila ke-1 Ketuhanan yang maha Esa : Setiap kali memulai dan mengakhiri belajar selalu dibuka dan ditutup dengan doa.selesai dan sebelum pulang kami mengajak anak-anak untuk foto bersama setelah foto anak-anak pun berdoa sebelum pulang.

Dan kami lanjut mengajar di shift kedua dengan anak yang berumur di bawah 3 tahun kebawah kali ini kita mengajarakan sama persis dengan apa yang kita ajarakan dengan shift pertama tapi kali ini ditambahkan dengan belajar mewarnai, dan sambil anak-anak mewarnai kita sambil mendekatakak diri kepada anak-anak dengan menanyakan cita-cita mereka, setelah belajar berakhir kami kembali mengajak anak-anak untuk berfoto bersama, dan anak-anak pun meninggalkan PAUD.

Selepas itu kami pun juga ingin berpamitan untuk pulang dan ada sedikit sharing dari kita dan ibu-ibu pengajar PAUD, dan kami pun pulang meninggalkan PAUD.


Sila ke-5 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia : Anak-anak sudah mendapatkan hak dan kewajiban mereka untuk mendapatkan pembelajaran.



Wednesday, December 3, 2014

PAUD Part 2

Nama Lengkap: Kevin Pratama
NIM: 1801375491
Hari / Tanggal: Rabu / 26 November 2014
Jurusan: Teknik Informatika

Terkesan lama ketika kami mengingat pertemuan terakhir kami dengan anak-anak adalah 5 November 2014. Kembali lagi bersama saya dan kedua teman saya, Bram dan Aldy, dalam mengajar PAUD. Kami berkumpul jam 7 pagi di Seven-Eleven Kemanggisan. Berangkat dengan harapan tidak telat menggunakan transportasi umum beroda lebih dari satu. "Apakah itu? Motor? Mobil? Bajaj? Becak?" Kan ga boleh beroperasi di Jakarta. "Oiyaak. Kalo gitu taksi?" Tidak lain itu merupakan sebuah kereta. "Wew." Sesampainya disana.... Kami tetap telat. Telat shift pertama tetapi tidak pada shift kedua :p 

Jadi kami mulai mengajar pada shift kedua dimana dimulai dari awal. Anak-anak berdoa dipimpin oleh Ibu PKK. Semua anak berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing tanpa ada yang mengganggu satu sama lain walaupun berdoa dipimpin secara Islam.

Gambar 1.1 - Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

Kami memulai dengan perkenalan seperti pertemuan pertama dan betapa senangnya kami mendapatkan fakta bahwa anak-anak masih mengenali wajah-wajah kami, yaitu kakak-kakak yang memakai kacamata (kebetulan kami memakai kacamata semua). Aldy memulai dengan kembali menanyakan apa yang kita pelajari waktu pertemuan pertama yaitu buah-buahan dan sebagainya. Lalu kami menanyakan tentang cerita anak-anak. Anak-anak pun sangat ingin kami membawakan cerita fabel. Sangat semangatnya sehingga mereka sendiri berbondong-bondong mengambil buku cerita yang mereka suka serta boneka tangan untuk menceritakan apa yang ada di dalam buku tersebut. Kami pun menceritakan apa yang ada di dalam buku tersebut menggunakan boneka tangan secara bergantian.

Gambar 1.2 (yang agak blur) - Kami membawakan cerita menggunakan boneka tangan.

Lalu Bram pun membawakan cerita yang tidak pendek alias panjang tentang seekor jerapah. Kami pun menyaksikan bersama-sama cerita dari Bram. Sangat antusias hingga anak-anak berbondong-bondong maju ke depan mendengar ceritanya.

Gambar 1.3 - Bram sedang membawakan cerita dan anak-anak sangat antusias mendengarnya

Gambar 1.4 - Anak-anak maju kedepan untuk mendengarkan cerita.

Setelah jam mengajar pun habis, kami pun disuruh untuk mengetes anak-anak satu per satu untuk membaca A-Z dalam Bahasa Inggris baru anak-anak diperkenankan meninggalkan ruangan. Setelah meninggalkan ruangan, kami pun berpamitan dan kembali ke rumah kami masing-masing menggunakan kereta, transportasi umum beroda lebih dari satu.

Nilai Pancasila yang saya dapatkan pada PAUD pertemuan kedua ini:
Sila ke-1 "Ketuhanan Yang Maha Esa": Memulai dengan doa bersama walaupun beragam kepercayaan

Sila ke-2 "Kemanusiaan yang adil dan beradab": Bahwa semua manusia dikalangan manapun berhak untuk mendapatkan hak dan kewajiban yang sama seperti yang terdapat dalam pasal 27 ayat 1. Dalam konteks ini, mereka berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Sila ke-3 "Persatuan Indonesia": Mau dari berbagai macam daerah maupun golongan, PAUD ini tetap menerima anak-anak dari manapun tanpa membeda-bedakannya malah justru menyatukannya dalam PAUD ini.

Sila ke-5 "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia": Tidak mempedulikan kesenjangan sosial. Semua anak diterima didalam PAUD ini. 



PAUD Part 1

Nama Lengkap: Kevin Pratama
NIM: 1801375491
Hari / Tanggal: Rabu / 5 November 2014
Jurusan: Teknik Informatika


Hari Rabu ini, kami mengunjungi PAUD Pecinta Anak dengan tujuan untuk mengajar anak-anak di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) tersebut. Di hari-hari sebelumnya kami mencari tempat PAUD yang direkomendasikan oleh TFI (Teach For Indonesia) hingga tersasar ke berbagai macam tempat tinggal. Dan pada akhirnya kami menemukan tempatnya dan tempat yang direkomendasikan inilah yang kami ambil sebagai tempat PAUD dimana kami mengajar.

Kembali ke hari Rabu ini, saya dan kedua teman saya yaitu Bram dan Aldy yang kebetulan satu jurusan dengan saya, berangkat menuju tempat PAUD menggunakan transportasi umum beroda empat. Kami membagi dua kelompok ini karena penyesuaian shift kelas dan waktu bebas dengan hari PAUD dimana kami bisa mengajar. Selepas dari transportasi umum beroda empat tersebut, kami harus menapakkan kaki kami ke aspal untuk berjalan mencari tempat PAUD kami. Ya, walaupun kami sudah pernah kesana namanya juga manusia, kami lupa rute mana yang kami harus ambil. Setelah berpuluh menit kami mencari dan mencari, tibalah kami di PAUD Pecinta Anak.

Ya, kami datang telat dikarenakan berbagai kendala. Tetapi tidak sangat teramat telat. Kami masih ada kesempatan untuk mengajar cukup lama karena adanya shift atau pergantian kelas di PAUD tersebut. Pada saat kami datang, kondisi kelas sedang belajar Bahasa Inggris yang diajarkan oleh Bapak Nafal. Beliau merupakan salah satu orang yang sangat antusias untuk mengajar anak-anak usia dini. Menurut beliau, guru yang paling memberikan dampak bagi negara kita tercinta Indonesia ini adalah para guru TK dan PAUD. Mengapa? Karena para guru inilah yang bertanggung jawab mengenai baca tulis. Memang dahulu SD difokuskan oleh negara untuk baca tulis, sedangkan TK dan PAUD hanyalah untuk taman bermain saja. Tetapi sekarang PAUD dan TK pun diberi beban yang sedemikian oleh permintaan orang tua untuk mengajarkan anaknya baca dan tulis. SD pun diberi tanggung jawab untuk belajar ke tingkat yang lebih lanjut setelah baca tulis. Jika para guru TK dan PAUD gagal untuk melaksanakan tugasnya dalam arti anak-anak tidak dapat membaca dan menulis dikarenakan para guru tersebut bermalas-malasan, maka kedepannya masa depan anak-anak tersebut akan kacau karena baca tulis saja tidak bisa, apa yang ingin dipelajari jika tidak mengerti apa yang disampaikan? Itulah pesan yang beliau sampaikan kepada kami setelah kami menggantikan beliau mengajar untuk beberapa puluh menit mengenai Bahasa Inggris. Kondisi yang ada saat beliau menyampaikan pesan tersebut adalah anak-anak sedang beristirahat. Beliau juga menyampaikan metode yang baik dalam mengajar anak-anak usia dini, yaitu menggunakan gambar. Salah satu contoh yang bisa diterapkan adalah menggunakan kartu yang berisikan gambar buah-buahan ataupun benda disekitar mereka.


Gambar 1.1 - Pak Nafal, seorang guru PAUD yang mengajar di bidang Bahasa Inggris

Setelah anak-anak kembali dari istirahat, kami kembali mengajar menggunakan kartu sebagai media pembelajaran seperti yang beliau sarankan seperti, "Ini gambar buah apa?" "Kamu suka buah ini tidak?" "Buah ini warnanya apa?" "Bahasa Inggrisnya warna tersebut apa?" dan "Bahasa Inggris dari buah ini apa?" dan berbagai objek lain yang terdapat pada kartu itu seperti binatang dan lain-lain.

Gambar 1.2 - Saya dan bersama teman saya, Aldy, mengajar menggunakan kartu bergambar sebagai media pembelajaran.


Usai pembelajaran Bahasa Inggris, pada pukul 11.00 siang anak-anak diperbolehkan untuk pulang dan kami membagikan anak-anak permen serta mengambil sesi foto bersama.

Gambar 1.3 - (Dari kiri ke kanan)Saya, Aldy, Pak Nafal, Bram beserta anak-anak PAUD foto bersama.

Lalu, kami kembali pulang ke tempat kami masing-masing dengan menggunakan transportasi umum beroda lebih dari empat atau bisa dibilang banyak sekali yaitu kereta dan melanjutkannya menggunakan transportasi umum beroda empat. Merupakan hari yang melelahkan namun menyenangkan. Andai saja tempat PAUD kami lebih dekat dengan BINUS.

Nilai Pancasila yang saya dapatkan pada PAUD kali ini
Sila ke-2 "Kemanusiaan yang adil dan beradab": Bahwa semua manusia dikalangan manapun berhak untuk mendapatkan hak dan kewajiban yang sama seperti yang terdapat dalam pasal 27 ayat 1. Dalam konteks ini, mereka berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Sila ke-3 "Persatuan Indonesia": Mau dari berbagai macam daerah maupun golongan, PAUD ini tetap menerima anak-anak dari manapun tanpa membeda-bedakannya malah justru menyatukannya dalam PAUD ini.

Sila ke-4 "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan": Adanya musyawarah yaitu Pak Nafal dengan kami demi mencapai suatu tujuan yang mulia yaitu mengajarkan anak-anak PAUD.

Sila ke-5 "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia": Tidak mempedulikan kesenjangan sosial. Semua anak diterima didalam PAUD ini.