Wednesday, November 26, 2014

Pengalaman pertama mengajar di PAUD

NAMA : Aldy Sanjaya Tanda
NIM     : 1801377925
Kelas    : LA62
Jurusan : Teknik Informatika

Pada hari Rabu, 5 November 2014 saya mendapatkan pengalaman pertama mengikuti kegiatan belajar mengajar di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Binus University sebagai wadah untuk melakukan community service. Kami memulai dengan mencari PAUD yang direkomendasikan oleh pihak Teach For Indonesia (TFI) yaitu PAUD Pecinta Anak di daerah Tomang. Setelah kami sampai ke PAUD kami bertemu dengan Ibu pengurus PAUD yang sering dipanggil dengan sapaan Ibu Cecep.

Setelah kami meminta ijin, kami mengatur jadwal untuk hari mengajar di PAUD. Karena PAUD Pecinta anak mengadakan kegiatan di hari Senin s/d Jumat, serta pada selang waktu tersebut kami tidak memiliki jadwal kosong yang sama, maka kami sepakat membagi 4 pertemuan menjadi 2 pertemuan x2 shift untuk teman jurusan Sastra Jepang, dan 2 pertemuan x2 shift untuk kami dari jurusan Teknik Informatika. Hal tersebut juga didapat setelah kami diberitahu bahwa minggu depan yang kami rencanakan mulai ikut kegiatan, PAUD sedang mengadakan semesteran, sehingga kami baru dapat mengikuti kegiatan sekitar 2 minggu setelah kami pertama kali datang ke PAUD.

Pagi pukup 8.30 saya datang ke PAUD pecinta anak bersama teman-teman sekelompok untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sana. Kami mendapati bahwa kegiatan sudah hampir di mulai. Pada hari rabu kegiatan yang diadakan adalah Bahasa Inggris dengan tema mengenal warna, hewan, serta buah-buahan. Kami mengajarkan adik-adik PAUD didampingi oleh Bapak Nafal selaku tutor inggris di sana. Anak-anak yang datang pada hari itu cukup banyak yaitu sekitar 20 orang.

(Bapak Nafal, tutor Inggris)


Di hari biasa, anak-anak dibagi menjadi 2 shift, pagi dan siang. Akan tetapi, di hari Rabu saat kegiatan berbahasa Inggris, kelas digabung sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan di Paud lebih lama. Kami memulai dengan mengajarkan warna yang ada di buah-buahan. Anak-anak sangat antusias menjawab pertanyaan seperti "Ada yang tahu ini buah apa?" "Warna buah ini apa, ada yang tau?" "Kalau warna merah, bahasa Inggrisnya apa, adik-adik tau?" ternyata sebagian dari mereka sudah ada yang mengerti, bahkan sudah ada yang sedikit bisa membaca.



(Anak-anak antusias menjawab pertanyaan)


Pada pukul 10.00 anak-anak istirahat untuk makan dan main, dan sebelumnya bernyanyi bersama yaitu lagu polisi dan lagu badut, semua pengajar dan kami juga ikut bernyanyi. Usai istirahat dilanjutkan dengan mengenalkan nama-nama binatang, dan buah-buahan melalui media kartu bergambar berwarna. Topik yang diberikan tidak terbatas hanya pada binatang dan buah-buahan, tetapi juga meliputi keseharian anak seperti mainan yo-yo, serta warna hidung badut. Sesi diakhiri dengan review materi yaitu menanyakan kepada anak-anak seputar warna, hewan, dan buah-buahan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. 

(Menggunakan media kartu sebagai bahan pembelajaran)



Usai sesi, kami foto bersama anak-anak serta Bapak Nafal selaku tutor inggris yang membimbing kami dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di PAUD. Setelah itu kami melakukan sharing bersama Ibu-ibu PKK pengurus PAUD, tutor inggris, mengenai bagaimana cara mengajar anak usia dini yang efektif, serta sharing pengalaman masing-masing dalam mengajar. Ibu cecep pun bercerita mengenai bagaimana kondisi paud, serta kesulitan-kesulitan yang ditemui dalam menjalankan PAUD yang ada di bawah naungan RW.



(Sesi sharing bersama tutor dan ibu2 PKK)

Nilai-nilai Pancasila yang didapat dari pertemuan ini diantaranya :
1. sila ke-3 : dengan adanya PAUD yang menerima murid dari berbagai kalangan, jelaslah bahwa nilai persatuan dan kesatuan dijunjung tinggi di PAUD ini.
2. sila ke-4 : Dengan merencanakan terlebih dahulu materi ajar hari ini serta dengan melakukan sharing dengan tutor dan pengurus PAUD, kami mendapatkan pengalaman mengamalkan nilai-nilai musyawarah dan gotong royong.

3. Sila ke-2 : Melalui pendidikan, PAUD dan kegiatan yang kami lakukan hari ini yaitu mengajar bahasa, dan lain lain, merupakan pengamalan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab.
(Foto Bersama)

Pertemuan ke-2 di PAUD Pecinta Anak

Nama        : Aldy Sanjaya Tanda
NIM          : 1801377925
Jurusan     : Teknik Informatika
Kelas CB  : LA62

Hari ini, Rabu 26 November 2014 saya bersama kedua teman saya kembali ke PAUD Pecinta anak untuk sesi selanjutnya mengajar di sana. Hari ini terbagi menjadi 2 sesi yaitu sesi pagi (9:00 s/d 10:00) dan sesi siang (10:00 s/d 11:00), berbeda dengan sebelumnya yakni kedua sesi digabung menjadi 1 sesi panjang. Kami sampai di sana sekitar pukul 9 dan ternyata kegiatan di PAUD Pecinta anak baru saja dimulai. Ketika kami sampai anak-anak sedang belajar mewarnai buku bahasa inggris bergambar yang bertemakan keluarga. Pada hari ini memang, bapak Nafal selaku tutor Bahasa Inggris di PAUD Pecinta Anak berhalangan hadir, sehingga kami didampingi oleh ibu-ibu PKK pengurus PAUD Pecinta Anak yang memberikan materi.

Setelah selesai mewarnai, anak-anak kami ajak mengulang materi pertemuan sebelumnya, yaitu warna, buah, dan angka dalam Bahasa Inggris. Semua anak masih mengingatnya walaupun ada yang sedikit lupa, sehingga kami senang dengan hasil mengajar kami di pertemuan sebelumnya tersebut. 

(Belajar warna dan buah-buahan)

Setelah istirahat sejenak dan menyanyikan beberapa lagu, kami melanjutkan materi dengan cerita bergambar, dan cerita dengan boneka. Saya dan Kevin membawakan cerita dengan boneka tentang nelayan dan ikan, sementara Bram membawakan cerita bergambar tentang sekelompok hewan dan seorang pemburu. Anak-anak sangat antusias dalam medengarkan cerita yang dibawakan oleh kami, terutama cerita yang disampaikan oleh Bram sampai anak-anak tersebut maju karena memang posisi duduk ada yang agak jauh dan media gambar yang kurang memadai. Tetapi anak-anak tetap senang mendengarkan cerita. Tak lupa kami menyampaikan apa pesan moral dari cerita-cerita tersebut yang dapat diteladani oleh anak-anak, dan bagaimana contohnya dalam kehidupan sehari-hari.


(Mendongeng Menggunakan Media Boneka Tangan)



(Menceritakan cerita bergambar)

Setelah dibacakan cerita, anak-anak bergegas untuk pulang tetapi sebelumnya berdoa bersama-sama dipimpin oleh ibu guru. Saya pribadi salut kepada anak-anak tersebut karena bisa membaca doa dengan lancar dan jelas. Setelah itu dilanjutkan dengan anak-anak dari sesi ke-dua.

(Membaca Doa)

Di sesi kedua, kegiatan yang dilakukan sama dengan sesi pertama, hanya saja anak-anaknya lebih sedikit daripada di sesi pertama. Kami mengulang belajar bahasa Inggris, kemudian dilanjutkan dengan cerita oleh kami masing-masing. Meskipun sudah agak lelah, kami tetap berusaha semampu mungkin untuk menuturkan cerita semenarik mungkin kepada anak-anak.

(Anak-anak sangat antusias mendengarkan cerita)


Nilai Pancasila yang saya dapatkan pada hari ini adalah :
1. Sila pertama - melalui anak-anak berdoa bersama, mengamalkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Sila kedua - melalui kesadaran pentingnya pendidikan sejak usia dini dalam mencapai nilai kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Sila kelima - melalui kesadaran bersama bahwa pengelolaan PAUD dikelola oleh masyarakat, dan manfaatnya pun dirasakan oleh masyarakat pula




Demikianlah cerita yang dapat saya bagikan kepada pembaca, mengenai pengalaman saya selama dua kali pertemuan mengajar di PAUD Pecinta Anak - Tomang. Pengalaman ini merupakan pengalaman yang berharga bagi saya dan berguna dapat saya terapkan pada saat nanti saya terjun langsung melakukan pelayanan ke masyarakat. Saya merasa senang dapat mengikuti kegiatan di PAUD, sekaligus saya juga berharap masyarakat lebih peduli lagi dan menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini.



Kondisi PAUD Pecinta Anak
PAUD yang kami kunjungi adalah PAUD yang bernama PAUD Pecinta Anak. PAUD ini berdiri atas kebutuhan warga sekitar, yang sebagian besar tidak mampu menyekolahkan anaknya di bangku TK, untuk mendidik anaknya agar dapat masuk SD. PAUD yang didirikan oleh Ibu Cecep ini berada di Jalan ISS Trikora, sebuah pemukiman sempit dimana mobil saja susah untuk lewat. Pemukiman ini berada di daerah Tomang, dekat Season City, dan tidak jauh pula dari mall-mall besar seperti Taman Anggrek dan Central Park.
Untuk kondisi bangunannya, PAUD ini cukup seadanya. Pemilik PAUD sangat sering mengucapkan, “Maaf ya dek, emang gini adanya.” PAUD Pecinta Anak berdiri diatas Pos RW dari pemukiman yang sangat padat, dan karena itu, fondasinya saya rasa juga seadanya. Bangunan ini terdiri dari sebagian besar kayu, dengan triplek-triplek yang menutupi dari angin, berperan sebagai tembok semi permanen. Dulu lokasi PAUD hanya berupa sekotak bangunan kecil diatas RW, tetapi pada akhirnya diekspansi untuk mencukupi kebutuhan murid yang semakin bertambah jumlahnya.




Untuk pembatas railing, agar ada penahan, PAUD ini menggunakkan triplek bekas bahan bangunan untuk mencegah murid-murid agar tidak jatuh kebawah saat bermain. PAUD juga memilliki atap yang sepertinya cukup kuat.
Untuk kondisi alat pengajar, sekiranya sudah cukup karena memiliki papan tulis yang besar, serta banyak sekali buku cerita ataupun buku menggambar. Pemilik PAUD juga bercerita kepada kami bahwa mereka mendapatkan banyak sekali sumbangan mainan dari pemerintah, padahal yang mereka sungguh butuhkan adalah buku referensi yang lebih banyak.
Untuk murid, PAUD ini membagi kelas menjadi kelas besar dan kelas kecil, sesuai dengan umurnya. Kelas Besar pada umumnya sudah bisa membaca, menulis dan lebih lancar dalam berbahasa inggris. Kelas kecil, karena baru mulai belajar, masih sulit mengikuti, bila kelasnya digabung.


Kunjungan PAUD pertama
NAMA                  : Bram Dwi Kurniaji
NIM                      :1801376960
KELAS                 : LA62
JURUSAN            : Teknik Informatika

Hari Rabu, 5 November 2014, saya dan 2 teman saya yang juga berasal dari Teknik Informatika memulai mengajar untuk 2 shift di PAUD Pecinta Anak, yang berlokasi di daerah Tomang, Jakarta Barat. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Binus, sekitar 15 menit jika menggunakkan kendaraan pribadi. Sedikit deskripsi tentang tempat kami mengajar. PAUD Pecinta Anak didirikan oleh ibu Cecep untuk membantu orangtua yang tidak mampu menyekolahkan anaknya di TK ataupun pendidikan pra sekolah dasar lainnya yang membutuhkan banyak uang. PAUD ini didirikan di sebuah gang terpencil, dimana  lokasinya berada di atas Pos ronda, dan bangunannya merupakan bangunan semi permanen. Jumlah siswanya cukup banyak, sekitar 20 an, yang terbagi 2 yaitu untuk kelas dengan umur yang lebih kecil dan dengan kelas yang usianya lebih dewasa. Pada saat kami mengajar, kami kebetulan mendapat kelas yang digabung, dan materi pengajaran hari itu adalah Bahasa Inggris.

Pukul 8.30 WIB, saya dan kedua teman saya, Aldy dan Kevin Pratama datang ke paud tersebut. SHIFT 1 dimulai dengan mengajarkan warna, buah dan angka dalam Bahasa Inggris. Pembukaan dilakukan oleh pengajar yang mengajar hari itu, tetapi kami melanjutkan. 

Pertama, kami mengajarkan angka, yang dimulai dengan saya dan Aldy, sedangkan Kevin memfoto untuk bukti. Cara kami mengajar adalah dengan menuliskan angka 1 sampai 10 di papan tulis, dan menyuruh siswa paud untuk melafalkannya, tetapi dalam Bahasa inggris. Sangat terlihat perbedaan kelas besar dan kelas kecil disini, karena hanya setengah kelas yang sangat antusias menjawab, sedangkan yang lain hanya berusaha mengikuti. Hal yang sama juga terjadi pada saat kita mengajarkan Bahasa inggrisnya warna dan buah-buahan. Tidak semua murid antusias, sayangnya.

Pukul 10.00 WIB, Anak-anak Paud beristirahat dan mereka membeli jajanan diluar. Setelah itu, teman saya Aldy dan Kevin melanjutkan pengajaran  SHIFT 2 dengan pengenalan hal-hal didunia seperti binatang ataupun buah-buahan dengan kartu yang disediakan oleh PAUD. Kami mengenalkan mereka dengan benda-benda seperti yoyo, orangutan, badut, dan banyak hal yang lainnya, serta dapat membedakan antara yang bisa membaca dengan yang tidak, sebab di kartu terdapat kata penunjuk benda itu apa.


Setelah SHIFT 2 selesai pada pukul 11.30, kami berdiskusi dengan pengajar dan pemilik PAUD tentang kondisi PAUD dan bagaimana cara mengajar anak dengan lebih efektif.


Nilai Pancasila yang kami terapkan: 
1. Kemanusiaan yang adil dan beradab - Melerai murid yang bertengkar
2. Musyawarah - Diskusi kami dengan bapak Anfal agar bisa semakin mengerti kondisi             anak PAUD
Kunjungan PAUD kedua
NAMA        : Bram Dwi Kurniaji
NIM            : 1801376960
KELAS       : LA62
JURUSAN  : Teknik Informatika

                Pada tanggal 26 November 2014, kami memutuskan untuk menyelesaikan pengajaran kami dengan mengajar 2 shift terakhir di PAUD Pecinta Anak. Kami sampai disana pukul 09.00 dan mulai mengajar. Pada hari ini kami mengajar 2 SHIFT dengan 2 kelas berbeda, yaitu pada pukul 09.00-10.00 WIB untuk kelas pagi dan pukul 10.00-11.00 WIB untuk kelas siang.

                SHIFT 1  dimulai dengan mewarnai buku gambar. Orang yang pernah mendampingi kami, Bapak Nafal, berhalangan hadir, maka dari itu pengajaran kami didampingi Ibu-ibu PAUD. Setelah mewarnai, kami melanjutkan dengan memperkenalkan diri kami lagi, karena setelah ditanya, mereka semua lupa nama-nama kami, hanya ingat samar-samar karena kami memakai almamater BINUS yang memang warnanya unik sehingga mudah diingat.










                Setelah itu, kami melanjutkan dengan mengingatkan murid-murid PAUD tentang materi yang pernah kami ajarkan, agar mereka ingat. Kami mengajarkan lagi tentang buah-buahan, warna dan Bahasa Inggris dari warna. Ternyata mereka masih lumayan ingat dan dapat menjawab dengan lugas. Usaha kami tidak sia-sia.


                Setelah bernyanyi sebentar, kami melanjutkan dengan sesi cerita. Aldy dan Kevin bercerita tentang nelayan yang menyanyikan seruling. Setelah itu dilanjutkan dengan saya sendiri yang bercerita tentang Japri si Jerapah. Cerita itu berkisah tentang seekor jerapah yang egois dan tidak mau membantu temannya, padahal temannya kelaparan. Pada sesi ini, banyak anak yang maju untuk melihat ilustrasi, karena memang gambarnya kecil. Tidak lupa juga kami memberikan nilai moral kepada mereka agar cerita bukanlah hanya cerita, tetapi harus ada hikmah yang bisa diambil.





                Karena lelah, anak-anak istirahat. Saya sebenarnya mau melanjutkan cerita, tetapi mereka sudah ingin pulang, dan waktunya sudah habis untuk SHIFT 1. Jadi, kami berdoa dulu sebelum pulang.
                SHIFT 2 dimulai agak telat, pukul 11.15. Kami memulainya sama seperti tadi, tetapi kondisi PAUD lebih sepi. Kami mengulang Bahasa inggris, warna, serta alfabet. Setelah itu saya bercerita kembali tentang si jerapah yang bernama Japri. Sama seperti sesi pertama, anak-anak antusias maju untuk melihat illustrasi, tetapi mereka banyak melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang memang umumnya ditanyakan anak kecil, seperti, ”Ini hewan apa om?” dan sejenisnya.
                Setelah selesai, sesi ini juga ditutup dengan doa dan tiap anak harus melafalkan alfabet sebelum boleh pulang. Setelah itu kami ijin pulang kepada pemilik PAUD.
                Pengalaman mengajar PAUD ini adalah salah satu pengalaman yang paling berharga, karena kita belajar untuk mengerti bagaimana kondisi PAUD, kondisi ekonomi para murid, dan secara tidak langsung belajar semakin membaur ke masyarakat.

Nilai Pancasila yang diterapkan:
1       1.  Ketuhanan yang Maha Esa – Berdoa


2       2.  Persatuan Indonesia – Tidak boleh egois, dari cerita fabel