Wednesday, December 3, 2014

PAUD Part 1

Nama Lengkap: Kevin Pratama
NIM: 1801375491
Hari / Tanggal: Rabu / 5 November 2014
Jurusan: Teknik Informatika


Hari Rabu ini, kami mengunjungi PAUD Pecinta Anak dengan tujuan untuk mengajar anak-anak di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) tersebut. Di hari-hari sebelumnya kami mencari tempat PAUD yang direkomendasikan oleh TFI (Teach For Indonesia) hingga tersasar ke berbagai macam tempat tinggal. Dan pada akhirnya kami menemukan tempatnya dan tempat yang direkomendasikan inilah yang kami ambil sebagai tempat PAUD dimana kami mengajar.

Kembali ke hari Rabu ini, saya dan kedua teman saya yaitu Bram dan Aldy yang kebetulan satu jurusan dengan saya, berangkat menuju tempat PAUD menggunakan transportasi umum beroda empat. Kami membagi dua kelompok ini karena penyesuaian shift kelas dan waktu bebas dengan hari PAUD dimana kami bisa mengajar. Selepas dari transportasi umum beroda empat tersebut, kami harus menapakkan kaki kami ke aspal untuk berjalan mencari tempat PAUD kami. Ya, walaupun kami sudah pernah kesana namanya juga manusia, kami lupa rute mana yang kami harus ambil. Setelah berpuluh menit kami mencari dan mencari, tibalah kami di PAUD Pecinta Anak.

Ya, kami datang telat dikarenakan berbagai kendala. Tetapi tidak sangat teramat telat. Kami masih ada kesempatan untuk mengajar cukup lama karena adanya shift atau pergantian kelas di PAUD tersebut. Pada saat kami datang, kondisi kelas sedang belajar Bahasa Inggris yang diajarkan oleh Bapak Nafal. Beliau merupakan salah satu orang yang sangat antusias untuk mengajar anak-anak usia dini. Menurut beliau, guru yang paling memberikan dampak bagi negara kita tercinta Indonesia ini adalah para guru TK dan PAUD. Mengapa? Karena para guru inilah yang bertanggung jawab mengenai baca tulis. Memang dahulu SD difokuskan oleh negara untuk baca tulis, sedangkan TK dan PAUD hanyalah untuk taman bermain saja. Tetapi sekarang PAUD dan TK pun diberi beban yang sedemikian oleh permintaan orang tua untuk mengajarkan anaknya baca dan tulis. SD pun diberi tanggung jawab untuk belajar ke tingkat yang lebih lanjut setelah baca tulis. Jika para guru TK dan PAUD gagal untuk melaksanakan tugasnya dalam arti anak-anak tidak dapat membaca dan menulis dikarenakan para guru tersebut bermalas-malasan, maka kedepannya masa depan anak-anak tersebut akan kacau karena baca tulis saja tidak bisa, apa yang ingin dipelajari jika tidak mengerti apa yang disampaikan? Itulah pesan yang beliau sampaikan kepada kami setelah kami menggantikan beliau mengajar untuk beberapa puluh menit mengenai Bahasa Inggris. Kondisi yang ada saat beliau menyampaikan pesan tersebut adalah anak-anak sedang beristirahat. Beliau juga menyampaikan metode yang baik dalam mengajar anak-anak usia dini, yaitu menggunakan gambar. Salah satu contoh yang bisa diterapkan adalah menggunakan kartu yang berisikan gambar buah-buahan ataupun benda disekitar mereka.


Gambar 1.1 - Pak Nafal, seorang guru PAUD yang mengajar di bidang Bahasa Inggris

Setelah anak-anak kembali dari istirahat, kami kembali mengajar menggunakan kartu sebagai media pembelajaran seperti yang beliau sarankan seperti, "Ini gambar buah apa?" "Kamu suka buah ini tidak?" "Buah ini warnanya apa?" "Bahasa Inggrisnya warna tersebut apa?" dan "Bahasa Inggris dari buah ini apa?" dan berbagai objek lain yang terdapat pada kartu itu seperti binatang dan lain-lain.

Gambar 1.2 - Saya dan bersama teman saya, Aldy, mengajar menggunakan kartu bergambar sebagai media pembelajaran.


Usai pembelajaran Bahasa Inggris, pada pukul 11.00 siang anak-anak diperbolehkan untuk pulang dan kami membagikan anak-anak permen serta mengambil sesi foto bersama.

Gambar 1.3 - (Dari kiri ke kanan)Saya, Aldy, Pak Nafal, Bram beserta anak-anak PAUD foto bersama.

Lalu, kami kembali pulang ke tempat kami masing-masing dengan menggunakan transportasi umum beroda lebih dari empat atau bisa dibilang banyak sekali yaitu kereta dan melanjutkannya menggunakan transportasi umum beroda empat. Merupakan hari yang melelahkan namun menyenangkan. Andai saja tempat PAUD kami lebih dekat dengan BINUS.

Nilai Pancasila yang saya dapatkan pada PAUD kali ini
Sila ke-2 "Kemanusiaan yang adil dan beradab": Bahwa semua manusia dikalangan manapun berhak untuk mendapatkan hak dan kewajiban yang sama seperti yang terdapat dalam pasal 27 ayat 1. Dalam konteks ini, mereka berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Sila ke-3 "Persatuan Indonesia": Mau dari berbagai macam daerah maupun golongan, PAUD ini tetap menerima anak-anak dari manapun tanpa membeda-bedakannya malah justru menyatukannya dalam PAUD ini.

Sila ke-4 "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan": Adanya musyawarah yaitu Pak Nafal dengan kami demi mencapai suatu tujuan yang mulia yaitu mengajarkan anak-anak PAUD.

Sila ke-5 "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia": Tidak mempedulikan kesenjangan sosial. Semua anak diterima didalam PAUD ini. 

No comments:

Post a Comment